Selasa, 09 Juni 2020

Kecepatan Internet Tercepat di Dunia dari Satu Chip Optik



Beberapa periset dari kampus Monash, Australia sukses mengetes serta menulis kecepatan data internet paling cepat di Australia, serta di dunia, dari satu chip optik yang dapat mengambil 1000 film berdefinisi tinggi dalam sepersekian detik.

Diedarkan dalam jurnal Nature Communications, penemuan ini berpotensi untuk bukan hanya percepat 25 tahun ke depan kemampuan telekomunikasi Australia, dan juga peluang untuk tehnologi yang diaplikasi di dalam rumah ini untuk dikeluarkan di penjuru dunia.

Team periset yang diperintah oleh Dr Bill Corcoran (Monash), Profesor Arnan Mitchell (RMIT) serta Profesor David Moss (Swinburne) dapat capai kecepatan data 44,2 Terabit per detik (Tbps) dari satu sumber sinar.

Tehnologi ini mempunyai kemampuan untuk memberikan dukungan koneksi internet berkecepatan tinggi dari 1,8 juta rumah tangga di Melbourne, Australia, di saat yang sama, serta miliaran di penjuru dunia semasa periode pucuk.

Mereka memakai piranti baru yang gantikan 80 laser dengan satu perlengkapan yang diketahui untuk sisir mikro, yang semakin kecil serta lebih mudah dari piranti telekomunikasi yang ada

"Kami sekarang ini memperoleh puncak-puncak bagaimana infrastruktur untuk internet akan bertahan dalam dua sampai 3 tahun akan datang, sebab banyaknya orang yang tidak pernah memakai internet untuk pekerjaan jarak jauh, bergaul serta streaming. Ini betul-betul memperlihatkan pada kami jika kita harus bisa tingkatkan kemampuan koneksi internet kita, "kata Dr Bill Corcoran, penulis penting studi serta Pengajar Tehnik Elektro serta Skema Computer di Monash University.

"Serta tidak cuma Netflix yang sedang kita bicarakan di sini---ini ialah rasio yang semakin luas dari apakah yang kita pakai untuk jaringan komunikasi kita. Data ini bisa dipakai untuk mobil self-driving serta transportasi di waktu depan serta bisa menolong dunia klinis, pendidikan, perbankan serta industri e-commerce, dan sangat mungkin kita membaca bersama-sama cucu-cucu kita dari jarak beberapa km.. "

Cara Menangkan Permainan Mix Parlay Taruhan Bola Online

Untuk mengilustrasikan efek sisir mikro optik pada memaksimalkan skema komunikasi, beberapa periset menempatkan 76,6 km serat optik 'gelap' di antara Universitas Kota Melbourne RMIT serta Universitas Clayton di Kampus Monash University. Serat optik disiapkan oleh Jaringan Riset Akademik Australia.

Dalam serat ini, beberapa periset tempatkan sisir mikro---yang disumbangkan oleh Kampus Swinburne, untuk sisi dari kerjasama internasional---yang melakukan tindakan seperti pelangi yang terbagi dalam beberapa ratus laser inframerah bermutu tinggi dari satu chip tunggal. Tiap 'laser' mempunyai kemampuan untuk dipakai untuk aliran komunikasi terpisah.

Beberapa periset bisa kirim data maximum ke tiap aliran, mensimulasikan pemakaian internet pucuk, melewati 4THz bandwidth.

Profesor Mitchell menjelaskan jika capai kecepatan data maksimal sebesar 44,2 Tbps memperlihatkan kekuatan infrastruktur Australia yang ada. Tekad project mendatang ialah tingkatkan pemancar dari beberapa ratus gigabyte per detik jadi beberapa puluh terabyte per detik tanpa ada meningkatkan ukuran, berat, atau ongkos.

"Dalam periode panjang, kami mengharap bisa membuat chip terpadu yang bisa sangat mungkin kecepatan data seperti ini bisa diraih di semua link serat optik yang ada dengan ongkos minimum," kata Profesor Mitchell.

"Sebelumnya, ini akan pas untuk komunikasi berkecepatan tinggi sekali di antara pusat data. Tetapi, kita dapat memikirkan tehnologi ini jadi lumayan murah serta solid hingga bisa dipakai untuk pemakaian komersil oleh warga umum di beberapa kota di penjuru dunia."

Profesor Moss, Direktur Pusat Pengetahuan Pengetahuan Optik di Kampus Swinburne, menjelaskan: "Dalam 10 tahun semenjak saya turut membuat chip sisir mikro, itu sudah jadi bagian riset yang penting. Ini menarik ditambah lagi kekuatannya dalam telekomunikasi serat optik bandwidth ultra-tinggi membawa hasil. Karya ini adalah rekor dunia untuk bandwidth serat optik tunggal dari sumber chip tunggal."

Monash University. "World's fastest internet speed from a single optical chip." ScienceDaily. ScienceDaily, 22 May 2020.

Dosen Tehnik Mesin Kampus Mataram, NTB