Kementerian Pertanian (Kementan) sudah bagikan beberapa ribu unit alat mesin pertanian pada beberapa petani di semua pelosok nusantara. Terhitung 2015, tertera Kementan sudah menginvestasikan sekitar Rp 12,5 triliun untuk penyediaan alsintan sampai 2019. Keseluruhan yang sudah terbagi ke petani sekitar 463.009 unit alsintan pra panen. Dengan perincian traktor roda dua 140.308 unit, traktor roda empat 11.118 unit, pompa air 107.633 unit, rice transplater atau alat tanam 19.966 unit, cultivator 13.735 unit, excavator mini 453 unit, excavtor standard 416 unit, handsprayer 154.166 unit, implement alat tanam jagung 1.940 unit, serta beberapa unit alsintan yang lain seperti combine harvester.
Hasilnya mengagumkan. Pemakaian alsintan di golongan petani ini memberi efek relevan berbentuk peningkatan produktifitas. Peranan alsintan berperan besar pada pengurangan ongkos produksi, kenaikan produksi, pengurangan hasil susut saat panen, efektivitas tenaga kerja dan waktu. Banyak petani kita terangkat posisinya dari petani miskin jadi petani sejahtera karena pertolongan alsintan ini.
Direktur Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Kementan Andi Nur Alam Syah didapati waktu lalu menjelaskan, cukup banyak orang yang memandang sepele pertolongan pemerintah buat petani. Walau sebenarnya, pertolongan ini tidak berapa dibanding keuntungan besar yang diterima petani kita.
"Orang menjelaskan pertolongan alsintan ke petani ini telah begitu besar tetapi sebetulnya ini belum berapa. Kita melihat dari 1983 sampai 2013, penyediaan alsintan kita itu cuma naik 1,4 % per tahun. Banding saat pemerintahan Jokowi diawali 2015, itu kan ada pertolongan alsintan dari pusat demikian massif sampai 2019 tempo hari itu ada peningkatan 23,6 % per tahun serta itu terkompensasi dengan peningkatan produktifitas pertanian kita. Jadi itu terkompensasi ke produktifitas petani kita," jelas Andi.
Andil yang mengagumkan pemakaian alsintan ini ke golongan petani, Tubuh Rencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Bappenas selanjutnya mereferensikan supaya pengembangan penganggaran pembangunan berbelanja barang yang dilaksanakan kementan itu dapat diaplikasikan pada banyak kementerian. Berbelanja atau penyediaan barang pemerintah sebisa mungkin ditujukan untuk kenaikan produktifitas warga.
"Dalam rencana ke depan, berbelanja barang yang produktif (di Kementan) bisa jadi terobosan untuk diaplikasikan hingga berbelanja kementerian instansi dapat semakin bermutu. Karena berbelanja yang dilaksanakan Kementan dapat menumbuhkan perekonomian bagianal wilayah, menangani ketimpangan wilayah, menghisap tenaga kerja, serta tingkatkan produktifitas," kata Andi.
Hasil analisis Bappenas pada 2018 lalu, memperlihatkan jika pengembangan penganggaran berbelanja pembangunan di Kementan termasuk juga yang paling baik. Dalam analisisnya itu, Bappenas mendapatkan cukup tingginya berbelanja alsintan serta input produksi yang berada di Kementan, diantaranya berbelanja alsintan.
Cara Menangkan Permainan Mix Parlay Taruhan Bola Online
"Hasilnya nampak jika tiap peningkatan budget 1 % itu efeknya pada wilayah itu (berlangsung peningkatan) 0,33 % kenaikan (perkembangan) subsektor pertanian. Ia (Berbelanja Alsintan) memberikan andil ke pertanian itu 0,08 % pada perkembangan ekonomi. Demikian dengan KKP ya seputar itu Tetapi kita yang tertinggi," tuturnya.
Kementan sendiri termasuk juga kementerian yang alami pemotongan budget yang lumayan besar untuk Covid-19. Dari alokasi APBN sejumlah Rp 21 triliun, budget Kementan sekarang dipotong jadi Rp 14 triliun.
Diantaranya berbelanja untuk alsintan. Semoga, pemotongan budget serta perkembangan alokasi berbelanja di Kementan ini intinya di penyediaan alsintan ini tidak mengubah semangat beberapa petani untuk selalu tingkatkan produktifitasnya.
Generasi muda masih tertarik pada bagian pertanian. Tidak dapat disangkal, banyak generasi muda malas jadi petani sebab memiliki pendapat jadi petani harus siap miskin, sama dengan kekumuhan, melelahkan serta susah bisa jodoh.
Dengan mesin pertanian, petani kita dapat terbantu. Karena memproses tempat pertanian dengan skema mekanisasi serta manual/tradisionil jauh benar-benar tidak sama.
Dengan traktor mesin roda dua saja, olah tempat dapat selesai cuma satu hari. Kontras dengan skema manual yang masih tetap memercayakan cangkul maupun hewan ternak yang periode saatnya dapat semakin lama serta tambah mahal. Tetapi yang pasti, Kementan masih memiliki komitmen pastikan pemotongan budget atau perkembangan alokasi berbelanja Kementan tidak berefek pada produktifitas beberapa petani.
"Jadi saat ini bagaimana kita memaksimalkan pertolongan yang telah ada. Nah, Presiden di pertemuan terbatas (ratas) sudah mengamanahkan hal itu pada Kementan," jamin Andi.
Presiden Joko Widodo di pertemuan terbatas waktu lalu sudah memerintah pada Menteri Pertanian untuk konsentrasi pada banyak hal. Pertama konsentrasi pada peningkatan pertanian pada tujuh wilayah (tempat) serta komoditas yang sudah dipastikan.
Ke-2, lihat kembali lagi pola pupuk yang ada untuk membuat nilai lebih hingga budget untuk bantuan pupuk yang sudah dikeluarkan tidak percuma. Disamping itu, cari pola yang pas untuk penuntasan permasalah bantuan pupuk.
Ke-3, membahas resiko yang ada dari bagian keuangan jika Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah ditarik ke pusat.
Serta paling akhir, lihat persoalan alsintan serta pastikan pembelian alsintan itu memberi keuntungan berbentuk peningkatan produksi atau mempermudah untuk berproduksi hingga dapat tingkatkan produktifitas pangan.






