Pertimbangan ahli tehnologi di masa lampau, kelihatannya semakin menunjukkan jika jaman lari cepat sekali, secepat kilat merubuhkan batas-batas yang sejauh ini jadi bangunan kuat serta pasti buat beberapa manusia untuk dapat masuk kedalamnya.
Marshal mc Luhan sempat menjelaskan jika nanti dunia akan tersambung dengan benar-benar gampang semacam apa yang dia ucap dengan 'global village' atau pedesaan global.
Seperti karakter pedesaan dimana sebagian besar masyarakat desa mengenali keduanya, penuh keakraban. Begitu juga di dunia walau terhambat oleh jarak beberapa ratus km. dari penjuru dunia mana saja tetap bisa sama-sama berhubungan serta mengenali dengan pertolongan tehnologi.
Tahun 2020 ialah tahun bersejarah yang kemungkinan tidak terulang lagi atau jarang ada di waktu depan. Satu tahun yang sarat dengan guncangan-guncangan social. Bermacam masalah ada tidak stop, dari mulai perselisihan petinggi teras atas, perselisihan antar warga sampai bersumber pada timbulnya virus yang sekarang diketahui dengan covid 19.
Kemasyhuran tehnologi ada ditahun 2020, waktu semua kesibukan fisik manusia terpindahkan dengan mesin. Hampir semua Negara yang ada di dunia memerintah rakyatnya untuk kurangi pekerjaan di luar rumah supaya korban karena covid 19 tidak berubah banyak. Virus membahayakan yang sampai sekarang belum diketemukan obatnya pada akhirnya jadi pemicu perkembangan pola hidup manusia saat ini.
Bagaimana juga secanggihnya tehnologi, kemampuan komunikasi face to face tetap jadi diva. Ditengah-tengah kesenangan manusia ditenggelamkan oleh beberapa puluh giga paket data internet, jeritan-jeritan kangen masih terdengar walaupun sekedar untuk berjumpa dengan kawan. Tidak ingin dibiarkan, tehnologi-pun makin cepat menganakemaskan kita dengan bermacam sejumlah fitur tebaru. Seakan ingin selekasnya gantikan semua kesibukan manusia tehnologi berlomba memberi interaktivitas yang jauh semakin tinggi.
Cara Menangkan Permainan Mix Parlay Taruhan Bola Online
Bila dulu internet masih memberi masukan yang terbatas. Tetapi sekarang masukan yang kita peroleh dari komunikasi memakai internet tidak kalah cepat dengan komunikasi face to face. Contohnya sekarang tengah populer jumlahnya seminar online memakai apliksi zoom yang dapat memuat banyak massa. Komunikasi bergerak tanpa ada batas dan masukan yang kita dapat beri antar peserta seminar bisa didengar serta ditanggapi cepat.
Kampanye serta Seminar Virtual
Tehnologi sekarang seakan jadi dewa penolong ditengah-tengah epidemi covid 19. Pikirkan bila sekarang ini tehnologi belum diketemukan, bagian ekonomi satu negara pasti alami keruntuhan. Wargapun benar-benar terbantu sebab dengan tehnologi sebetulnya manusia jalankan peranan ganda.
Arti user content generated (Hesmondhlagh,2010) menyampaikan dalam internet publik akan membuat atau menghasilkan satu isi pesan serta sekaligus juga jalankan peranan untuk distributor dan jadi customer isi pesan yang mereka bikin sendiri.
Ide di atas menerangkan juga, jika tehnologi berbentuk internet-pun mempermudah kita menghasilkan beberapa pesan kesehatan untuk memperhitungkan penyebaran covid 19 lewat kampanye -- kampanye online yang makin ramai digaungkan. Umumnya beberapa pegiat, relawan, mahasiswa, serta lapusan komponen warga semakin gampang pundak membahu waktu jalankan kampanye online seperti anjuran membersihkan tangan dengan sabun serta memakai masker waktu keluar dari rumah.
Kecuali ramainya kampanye -- kampanye virtual akhir-akhir ini ramai banyak muncul seminar online yang bisa diiringi oleh siapapun lewat piranti computer. "Rutinitas" baru ini sangat mungkin tetap akan bersambung sampai kelak untuk menyiapkan manusia ke arah dunia yang serba hebat masa datang. Disatu bagian hal ii jadi angin fresh buat sejumlah besar warga. Sekarang, dalam cari info kita tidak perlu lagi tiba jauh ke Jakarta ikuti satu seminar yang kita meminati. Cukup dengan mengeklik link yang telah disiapkan kita akan gampang tergabiung dalam ruangan dialog yang akan kita turuti. Menarik kan?
Covid 19 memaksakan kita untuk kembali pada titik dimana tehnologi seakan jadi hanya satu alat untuk bertahan hidup ditengah-tengah epidemi epidemic yang masih tetap berjalan sampai saat ini. Titik ini mewajibkan manusia berpikir kreatif, cari inspirasi dengan keras supaya jalinan social masih dapat berjalan baik, berpikir supaya semua pekerjaan masih bisa teratasi mesi cuma kerja di rumah. Selanjutnya munculah beberapa produk baru berbasiskan internet seperti seminar serta kampanye virtual yang sedang ramai akhir-akhir ini.
Tehnologi disatu bagian bak jadi mata air di padang pasir yang tandus, hilangkan semua dahaga kesemua orang yang bernafsu melahap innformasi dunia. Tetapi di lain sisi tehnologi membuat rasa keterasingan, kesunyian sebab langkanya hubungan langsung yang berlangsung dikehidupan kita seharian. Pertanyaan setelah itu yang ada siapkah kita dengan situasi itu?






