Bila hidup sekedar hanya hidup karena itu monyet di rimba hidup, bila hidup sekedar hanya makan karena itu babi rimba tetap makan untuk hidup, hiduplah supaya bisa bermanfaat serta memberikan ide buat seseorang.
Dibandingkan dengan rekan-rekan saya, saya kemungkinan yang paling gagap teknologi antara mereka.
Gagap teknologi alias gaptek, ialah arti yang diperuntukkan untuk orang yang kurang demikian memahami dengan tehnologi paling baru yang ada, memang demikianlah situasi saya.
Saya bukan orang yang tertarik serta ikuti perubahan tehnologi, tehnologi jenis computer atau smartphone cuma saya pakai seperti peranan dasarnya saja.
Perubahan tehnologi yang saya turuti justru, semakin ke perubahan hal yang karakternya "mengagumkan" yang terkait dengan luar angkasa seperti pada film science fiction.
Tema tentang tehnologi ialah tema yang minimal saya kuasai, maka dari itu waktu kawan saya bicara tentang detail smartphone atau computer paling baru, saya cuma turut memerhatikan.
Jadi Ahli IT.
Tetapi lain masalah bila saya pulang dari perantauan, waktu di dalam rumah saya bukan lagi orang yang gagap teknologi, saya justru jadi ahli IT (information Technology) untuk keluarga saya.
Waktu orangtua saya bingung akan langkah memakai sejumlah fitur modern yang berada di handphone mereka, karena itu waktu itu saya berperanan jadi ahli IT.
Kemungkinan untuk beberapa orang seumuran saya masalahnya benar-benar simpel, hanya karena permasalahan aplikasi chat jenis WhatsApp (WA), atau terkait tentang pemakaian fundamen handphone.
Salah satunya contoh permasalahannya seperti waktu ibu saya baru mengubah hape lamanya dengan handphone, beliau ingin dapat menulis posisi WA agar disaksikan oleh teman-temannya, tetapi berungkali beliau cobanya sendiri, tetapi tidak segera sukses.
Cara Menangkan Permainan Mix Parlay Taruhan Bola Online
Saya telah mengajari hal itu berkali-kali, tetapi kenyataannya beliau belum juga segera pahami ceritanya, walau telah sukses sering tulisan yang berada di posisi WA kepunyaannya sulit untuk dimengerti seseorang, ini sebab ibu saya salah menulis (typo), papan tulis yang berada di handphone yang bermodel qwerty ini masih begitu sulit dibandingkan papan tulis yang berada di smartphone sebelumnya.
Ada juga insiden lain, dimana ibu saya telah ribut serta akan jual smartphonenya sebab telah tidak dapat dipakai untuk kirim pesan WA, disangka smartphone itu telah rusak.
Tidak lama sesudah saya check, saya mengetahui bila waktu aktif paket internetnya sudah habis, lalu saya teatering kan smartphone beliau dengan smartphone saya hingga dapat kembali lagi tersambung dengan internet.
Puji ibu pada saya, saya cuma tersenyum, saya diamkan saja beliau memandang bila kecuali kuliah di jurusan Tehnik Kimia, anak lelakinya ini seorang pakar dalam bagian tehnologi.
Orang-tua = Gagap teknologi?
Tidak semua orang-tua itu gagap teknologi. Saya sempat menjumpai beberapa orang-tua yang seumuran dengan orang-tua saya, atau serta semakin tua, tetapi dapat menjalankan handphone secara baik.
Gapteknya orang-tua ini semakin dikarenakan oleh ketidakmauan mereka untuk ikuti perubahan jaman. Perubahan jaman sekarang ini berlangsung demikian cepat, beberapa hal yang di waktu muda orangtua sekarang ini tidak terbayangkan akan berlangsung, rupanya dapat berlangsung sekarang ini.
Orangtua seperti ibu saya yang telah berusia di atas 50 tahun sekarang ini, tentunya di waktu mudanya dahulu belum pernah merasai rasa-rasanya berbalas pesan secara cepat dengan WA, tidak dapat juga bertatap muka sama orang yang ada jauh disana dengan memakai video call.
Dalam masalah ibu saya, beliau masih juga dalam level "mending", sebab selanjutnya ingin untuk belajar tentang perubahan tehnologi sekarang ini. Ada tingkatan yang semakin kronis lagi yakni bila telah "takut" akan perkembangan tehnologi.
Orang yang telah takut dengan perubahan tehnologi tidak lagi ingin memakai tehnologi yang telah bertumbuh sekarang ini.
Penutup
Tehnologi sebenarnya dipakai untuk memudahkan kehidupan manusia, apa yang terjadi bila kita justru tidak ingin atau serta takut dengan tehnologi yang ada.
Bukan mustahil satu waktu di waktu depan kita bisa menjadi gagap teknologi seperti orangtua sekarang ini, sebab perkembangan tehnologi tentu tetap akan bersambung, bila ingin masih jalani kehidupan dengan gampang karena itu harus kita harus mengikutinya.
Salam Hangat.






